Senin, 05 Maret 2012

aku dan tari

                 Dari kecil, hobiku menari. Aku gemar menari karena aku merasa itu hal yang mudah dipelajari. Melikukkan tangan, menggeolkan pinggung, aku suka. Apalagi dalam mengingat gerakan, aku ahlinya. Yaa.. Alhamdulillah daya ingatku cukup tinggi (saat itu!)

                Awal aku tampil di panggung, waktu aku di Taman Kanak-Kanak. Saat itu ada perpisahan kakak kelas nol besar. Hampir setiap hari aku berlatih bersama teman-teman kecilku. Sungguh senangnya saat itu. Nah, saat perpisahan tiba, aku dan teman-teman menari di atas panggung. Dipandang orang tua dan banyak teman merupakan suatu kebanggaan tersendiri dalam jiwaku. Terasa seperti penari terkenal yang jadi pusat perhatian. :3

                Waktu pun berlalu, sejak masuk SD aku sudah mendaftar untuk ikut menari. Salah seorang guru kesenianku tertarik pada bakatku, Bu Endang namanya. (Hai, bu Endang!) Bu Endang selalu membimbingku dengan sabar dan penuh harapan agar kelak aku menjadi penari hebat. Berkat bimbingannya, saat kelas dua SD aku terpilih untuk tampil di acara perpisahan kakak kelas 6. Aku memang tidak tampil sendiri. Aku tampil bersama teman-temanku yang juga berbakat.

                Tanpa terasa waktu berjalan. Saat aku duduk di kelas 4 SD. Aku dan beberapa temanku diajak Bu Endang untuk mengikuti tari masal di bandara Abdurrahman Saleh. Kami dibimbing dan dilatih berkali-kali. Tak jarang kami berlatih bersama teman-teman dari sekolah yang berbeda. Saat hari H tiba, seluruh penari dari lima kecamatan di kota Malang dengan serempak menari di hadapan Pak Gubernur.

                Saat kelas 5 SD, aku rajin tampil di kelurahanku. Aku menari Remo Singgit, sendirian di atas panggung. Ada rasa bangga yang muncul saat di atas panggung. Alhamdulillah aku tidak mengalami demam panggung. Justru aku senang melihat banyak mata tertuju padaku. Lihatlah mata orang tuaku, kakekku, teman-temanku, dan Pak Lurah, mereka memandangku dengan senyum lebar di wajahnya.

                Pernah aku terlena dalam menari. Aku kehilangan konsentrasi akibat salah seorang teman menertawakanku. Spontan aku melewatkan satu gerakan begitu saja. Untungnya aku tanggap dan menunggu gerakan selanjutnya dan mengarang kekosongan musik dengan gerakanku sendiri. Huft. Ssstt.. ternyata penonton tidak ada yang tau. Hehe .. mereka masih saja terpukau dengan pesona indah gemulai tubuhku saat menari :D



                Namun, saat memasuki SMP aku mulai ragu untuk melanjutkan hobiku itu. Pertama, karena aku tak punya teman sekelas yang ikut ekskul tari. Kedua, ekskul tari dimulai pada hari Senin sepulang sekolah. (Everybody knew that Monday is MONster DAY !) Di ekskulku ini, lebih banyak teman-teman yang berbakat daripada di SD dulu. Mereka cantik-cantik, dan saat menggerakkan badannya sudah seperti bernafas. Terlalu mudah untuk mereka.

                Kelas 8 dan 9 SMP aku sudah mulai bosan. Aku merasa dikucilkan. Aku gak punya temeeeen ! >< Mungkin aku memang tipe orang yang sulit bergaul. Tapi yaa gak kuper-kuper gitu. Aku gak suka aja gabung sama mereka. Gak sesuai aja sama hatiku. Pokoknya aku gak nyaman. ><

                Nah, di SMA aku udah mulai nari lagi. Gerakanku kaku sih. Udah lama gak geol-geol. Pertama aku pentas di SMA yaa pas CRESTA 14, acara pensi sekolahku. Seneeeng banget. Dan di ekskulku yang sekarang, aku lebih banyak punya temen yang berbakat. Tapi mereka baik, gak pelit ngajarin yang gak bisa, sering bercanda, pokoknya beda. Bahkan aku punya seorang sahabat dadakan waktu latian buat pawai di kota Probolinggo, namanya Nike. (Hai, Nike!)

                Selain itu, aku juga mulai nari di kelurahan tiap Minggu pagi. Yang ngajarin kakak-kakak dari UM. Gak cuman diajari nari. Aku juga diajari dandan dan berpakaian (fashion). Tapi sayangnya tarianku kurang bagus, badanku masih kaku. Tiga taun nari gak niat ya gitu wes. Hmmm ><
Tapi kata kakaknya, aku kudu semangat. Kalo niat pasti bisa. Kalo nanti bagus, aku bakal diajak kakaknya ngisi pagelaran seni di kelurahan. Hehe .. :) Tingkat daerah dulu, sapa tau tar bisa nembus Internasional, bawa tari tradisional Indonesia ke luar negeri :) (Amiiinnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar