Sabtu, 10 Maret 2012

Asal Mula Peniti


Kebutuhan adalah ibu sebuah penemuan. Demikian Plato, sang filsuf mengatakan. Hal itu memang berlaku buat Walter Hunt (1796-1859) & penemuannya sangat terkenal - Peniti cantel. Benda berharga tersebut dapat dijumpai di setiap rumah di seluruh dunia, bahkan mendapat status sebagai asesoris busana, & dipakai luas dalam gerakan subkultur punk pada tahun 1970-an.

Walter Hunt adalah seorang mekanik di kota New York. Suatu ketika, yakni pada tahun 1849, ia sedang duduk termenung memikirkan bagaimana caranya melunasi utang, yang jumlahnya tidak terlalu besar, $15. Sambil termenung, ia menghabiskan sekitar 3 jam memutar-mutarkan kawat di jarinya, sebelum akhirnya ia menemukan jawaban atas masalahnya, yakni peniti cantel.

Peniti sendiri sebenarnya bukanlah ide baru, karena telah ada sejak berabad-abad sebelum penemuan Walter. Meski demikian, temuan Walter terbilang unik, karena memberi solusi atas masalah kemungkinan tertusuk oleh peniti model lama. Peniti ciptaan Walter terdiri atas seutas kawat yang digulung membentuk pegas di tengahnya, dengan sisi yang tajam di satu sisi & kait pengaman di sisi lain.

Desain peniti cantel kreasi Walter Hunt dipatenkan pada 10 April 1849, & ia menjual hak paten itu kepada krediturnya seharga $400. Di samping berhasil melunasi utangnya, ia pun berhasil meraih keuntungan sebesar $385 atas benda ciptaannya tersebut. Sayangnya Walter tidak tau bahwa temuannya itu ternyata menjadi benda yang sangat populer. Di samping peniti cantel, ia pun mendesain mesin jahit untuk pertama kalinya. Tetapi karena takut kehilangan pekerjaan, Walter batal mempatenkan desain mesin jahit tersebut. Desain itu kemudian diberikan kepada rekannya, Elias Howe, yang akhirnya mempatenkan & memperoleh hak cipta atas mesin jahit sekitar 20 tahun berselang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar